Lewati ke konten utama
menjadi.dev
Chapter 15.1 API & Auth Spesialisasi

Apollo Federation

Microservices GraphQL dengan federation

Tujuan Pembelajaran

  • Memahami Apollo Federation
  • Bisa membuat federated GraphQL schema

Analogi

Diagram

      Monolith API = 1 Restoran dengan 1 Menu Besar
Federation = Food Court dengan banyak tenant
Tiap tenant punya menu sendiri tapi ada 1 gateway bersama
    

Apollo Federation memungkinkan tiap microservices punya GraphQL schema sendiri

Penjelasan Konsep

Apollo Federation

Apollo Federation memungkinkan multiple GraphQL services (subgraphs) digabung menjadi satu schema unified (supergraph). Tiap tim mengelola subgraph sendiri tapi client hanya lihat 1 endpoint.

Arsitektur Federation

  1. Subgraph — Tiap microservices punya GraphQL schema sendiri. Punya directive @key untuk entity.
  2. Router/Gateway — Menerima query, memecah ke subgraph yang relevan, menggabungkan hasil.
  3. Supergraph — Schema gabungan dari semua subgraph.

Directive Penting

  • @key(fields: "id") — Tandai entity yang bisa direferensi subgraph lain.
  • @external — Field dari subgraph lain.
  • @requires — Field yang dibutuhkan untuk resolver.

Inti yang Perlu Dipahami

Bagian ini berfokus pada memahami Apollo Federation., dan bisa membuat federated GraphQL schema. Jangan terburu-buru menghafal istilahnya. Lebih penting untuk memahami peran setiap konsep dan kapan konsep itu muncul dalam pekerjaan web development.

Saat membaca Apollo Federation, gunakan tujuan belajar sebagai penanda arah. Kalau kamu sudah bisa menjelaskan tujuan itu dengan kata-katamu sendiri, berarti fondasinya mulai terbentuk.

Cara Membayangkannya

Apollo Federation memungkinkan tiap microservices punya GraphQL schema sendiri. Analogi ini dipakai supaya konsep teknis tidak terasa melayang. Hubungkan setiap istilah dengan perannya: siapa yang meminta, siapa yang memproses, data apa yang berpindah, dan hasil apa yang diharapkan.

Kalau analoginya sudah terasa masuk akal, barulah lihat istilah teknisnya. Cara ini membuat materi lebih mudah dipahami daripada langsung menghafal definisi.

Saat Melihat Contoh Kode

Contoh kode pada chapter ini memakai bahasa graphql. Bacalah contoh kode sebagai ilustrasi alur, bukan sebagai bagian yang harus langsung dihafal. Tiap subgraph schema sendiri. @key tentukan entity. Gateway gabungkan semua.

Perhatikan nama fungsi, urutan langkah, dan data yang berpindah. Biasanya tiga hal itu sudah cukup untuk memahami hubungan antara teori dan praktik.

Konteks dalam Perjalanan Belajar

Setiap konsep di platform ini dipilih karena dipakai di industri. Fokus pada pemahaman, bukan hafalan.

Kamu sudah di bagian lanjutan. Mulai pikirkan bagaimana konsep ini dipakai di dunia kerja — bukan hanya untuk belajar, tapi untuk membangun produk nyata.

Gunakan pertanyaan reflektif dan prompt AI di akhir chapter sebagai latihan aktif. Membaca saja tidak cukup — kamu perlu menjelaskan ulang dengan kata-katamu sendiri.

Contoh Kode

graphql
// USER SUBGRAPH
type User @key(fields: "id") {
  id: ID!
  name: String!
  email: String!
}

// ORDER SUBGRAPH
type Order {
  id: ID!
  userId: ID!
  total: Float!
}

// EXTEND USER DI ORDER SUBGRAPH
type User @key(fields: "id") {
  id: ID! @external
  orders: [Order]
}

// GATEWAY COMPOSITION
const gateway = new ApolloGateway({
  supergraphSdl: readFileSync('./supergraph.graphql').toString()
});

Penjelasan Kode

Tiap subgraph schema sendiri. @key tentukan entity. Gateway gabungkan semua.

Prompt AI

Jelaskan konsep Apollo Federation dan bedanya dengan schema stitching.

Pertanyaan Reflektif

Buat 2 subgraph dengan Apollo Federation. Compose dengan gateway.