Lewati ke konten utama
menjadi.dev
AI Product Development Lanjutan AI Product 7 chapter

Context Engineering

Backend-nya Vibe Coding

Skill yang membedakan developer yang AI-nya menghasilkan kode sampah dari yang menghasilkan kode production. Context engineering adalah seni merancang instruksi, rules, knowledge base, dan tool integration agar AI bekerja persis seperti yang kamu inginkan — konsisten di setiap sesi, tanpa perlu mikromanage.

Prasyarat

Modul 28, 29, dan 30 (fundamental vibe coding, product thinking, dan PRD).

Kenapa Ini Penting

Context engineering adalah ‘backend’ dari vibe coding. Tanpa skill ini, setiap prompt adalah perjudian. Dengan skill ini, AI menjadi tool yang predictable dan reliable.

Daftar Chapter

  1. Chapter 31.1

    Context Engineering: Fondasi Kualitas Output AI

    Kenapa output AI sebagus konteks yang kamu berikan — dan bagaimana merancangnya

  2. Chapter 31.2

    System Prompts & Rules: Arsitektur Perilaku AI

    Merancang instruksi sistem yang membuat AI berperilaku konsisten di setiap sesi

  3. Chapter 31.3

    Project Rules: .cursorrules & CLAUDE.md

    Konfigurasi AI di level proyek untuk konsistensi di seluruh sesi development

  4. Chapter 31.4

    MCP & Tool Integration: Memperluas Kemampuan AI

    Model Context Protocol — memberi AI akses ke database, API, file system, dan tools eksternal

  5. Chapter 31.5

    RAG & Knowledge Base untuk Development Context

    Beri AI akses ke dokumentasi, codebase, dan domain knowledge via Retrieval-Augmented Generation

  6. Chapter 31.6

    Token Budget & Cost Optimization

    Strategi mengelola biaya API AI tanpa mengorbankan kualitas

  7. Chapter 31.7

    Context Debugging & Quality Improvement

    Metodologi sistematis untuk mendiagnosis dan memperbaiki kualitas output AI