Level Lanjutan
Production-ready dan engineering practice — performa, keamanan, testing, dan accessibility.
Keamanan & Performa
Aplikasi Production Harus Aman dan Cepat
Aplikasi yang lambat akan ditinggalkan user. Aplikasi yang tidak aman akan diretas. Modul ini mengajarkan cara mengidentifikasi dan mencegah XSS, CSRF, SQL injection, serta teknik optimasi performa (caching, code splitting, Core Web Vitals).
Frontend Modern
React, Vite, Tailwind CSS, shadcn/ui, dan Radix UI
Deep-dive ke ekosistem frontend modern untuk yang sudah menguasai dasar React (Modul 9): React hooks dan patterns lanjutan, Vite untuk build tooling super cepat, Tailwind CSS untuk utility-first styling, shadcn/ui untuk komponen UI yang customizable, dan Radix UI untuk accessible primitives.
Backend Modern
Bun, Hono, Drizzle ORM, Redis, Supabase, dan Dokploy
Kuasai ekosistem backend modern: Bun runtime yang super cepat, Hono framework yang lightweight, Drizzle ORM untuk type-safe SQL, Redis untuk caching dan real-time, Supabase untuk Backend-as-a-Service, dan Dokploy untuk self-hosted deployment.
Web Performance
Kecepatan sebagai Competitive Advantage
Kecepatan website langsung mempengaruhi conversion rate, SEO ranking, dan user experience. Pelajari Core Web Vitals, lazy loading, code splitting, caching strategy, dan teknik optimasi performa dari level browser sampai server.
Accessibility (a11y)
Web untuk Semua Orang
15% populasi dunia memiliki disability. Accessibility bukan cuma moral obligation — itu juga legal requirement dan business opportunity. Pelajari WCAG guidelines, semantic HTML, ARIA attributes, keyboard navigation, dan screen reader compatibility.
State Management Modern
Zustand, TanStack Query, dan Context API
Mengelola state di aplikasi React yang kompleks butuh strategi yang tepat. Pelajari perbedaan client state vs server state, kapan pakai Zustand, kapan pakai TanStack Query, dan best practices untuk form state management.
Database Engineering
Indexing, Query Optimization, dan Scaling
Database adalah bottleneck paling umum di aplikasi web. Pelajari cara kerja indexing, cara membaca execution plan, query optimization techniques, transaction management, dan strategi scaling dari replication sampai sharding.
Web Security Advanced
OWASP, JWT Security, XSS/CSRF, dan Security Hardening
Security bukan feature — itu adalah process. Pelajari OWASP Top 10, implementasi JWT yang aman, XSS dan CSRF prevention, Content Security Policy, security headers, rate limiting, dan dependency vulnerability scanning.
Context Engineering
Backend-nya Vibe Coding
Skill yang membedakan developer yang AI-nya menghasilkan kode sampah dari yang menghasilkan kode production. Context engineering adalah seni merancang instruksi, rules, knowledge base, dan tool integration agar AI bekerja persis seperti yang kamu inginkan — konsisten di setiap sesi, tanpa perlu mikromanage.
Capstone Project
Produk AI Nyata, Pengguna Nyata
Puncak dari seluruh learning path. Bangun produk AI-native yang nyata — bukan prototype, bukan toy project — dari validasi ide, PRD, arsitektur konteks, development sprint dengan vibe coding, design polish, sampai deployment dan iterasi berdasarkan feedback pengguna pertama.
RAG & Vector DB Engineering
Bangun Sistem Retrieval-Augmented Generation Production-Ready
Deep-dive ke arsitektur RAG end-to-end: chunking strategies, embedding models dan dimensions, vector database selection (pgvector, Pinecone, Chroma), retrieval strategies (semantic search, hybrid search, reranking), advanced RAG patterns (multi-hop, agentic RAG), dan production concerns (scaling, caching, monitoring). RAG adalah backbone mayoritas aplikasi AI di production.
AI Agents & Multi-Agent Systems
Dari Chatbot ke Autonomous Agent yang Mengeksekusi Task Kompleks
Evolusi dari LLM sederhana ke AI agent yang bisa berpikir multi-step, menggunakan tools via MCP, mengelola memory dan state, dan berkolaborasi dalam multi-agent systems. Modul ini mencakup ReAct pattern, tool-use implementation, MCP praktis, agent memory patterns, multi-agent orchestration dengan CrewAI, dan production agent observability.
AI Evaluation & Safety
Evaluasi, Keamanan, dan Responsible AI di Production
Membangun produk AI tidak selesai di deployment — evaluasi kualitas, deteksi bias, red-teaming, content safety guardrails, dan regulatory compliance adalah ongoing process. Modul ini mencakup LLM-as-judge evaluation, metrik BLEU/ROUGE/beyond, bias testing framework, red-teaming methodology, guardrails implementation, dan EU AI Act compliance basics.
Authentication & Authorization Deep-Dive
OAuth 2.0, SSO, Passkeys, RBAC, Multi-Tenant — Beyond Basic Auth
Modul deep-dive ke autentikasi dan otorisasi di production. Dari OAuth 2.0 protocol (Authorization Code + PKCE) yang benar — bukan sekadar pasang library, OpenID Connect untuk SSO, Passkeys/WebAuthn untuk passwordless future, RBAC dan ABAC untuk authorization models, multi-tenant auth architecture, sampai trade-off session management vs JWT yang sering disalahpahami.
Authentication & Security
Biometric, Secure Storage, dan OAuth Native untuk Mobile
Mobile punya permukaan serangan yang berbeda dari web — dari jailbreak detection sampai certificate pinning. Modul ini mengajarkan biometric auth (Face ID/Touch ID via expo-local-authentication), secure storage (expo-secure-store untuk token dan kredensial), OAuth native flow (tidak pakai WebView untuk login!), app-level auth state management, dan session persistence.
Background Processing & Sync
Background Fetch, Task Manager, dan Periodic Sync
Aplikasi mobile harus tetap berguna meski di background — download konten, sync data, update lokasi. Modul ini mengajarkan expo-background-fetch, expo-task-manager, work manager patterns, periodic sync strategy, battery-aware scheduling, dan handling background task limitation di iOS (bgTaskScheduler) vs Android (WorkManager).
App Store & Play Store Deployment
Dari Simulator ke App Store — Deploy ke Dunia Nyata
Development selesai, saatnya app dilihat dunia. Modul ini mengajarkan proses deployment end-to-end: iOS certificates dan provisioning profiles (Apple Developer Program), Android keystore dan AAB, TestFlight internal + external testing, Google Play Console (closed/open track), app review guidelines (yang sering bikin reject!), store metadata (screenshots, description, keywords ASO), dan versioning strategy.
CI/CD & OTA Updates
Otomatisasi Build, Submit, dan Over-The-Air Update
Deployment manual itu membosankan dan rawan human error. Modul ini mengajarkan CI/CD untuk mobile: EAS Build (build di cloud Expo, no local setup), EAS Submit (auto-submit ke App Store + Play Store), GitHub Actions untuk pipeline otomatis, code signing automation, EAS Update untuk OTA (update JavaScript bundle tanpa app store review — kritis untuk bug fix cepat!), dan release channels (production, staging, preview).
Mobile Performance
60fps, Hermes, Reanimated, dan Memory Profiling
Mobile user lebih sensitif terhadap performa daripada web user — jank, lag, dan blank screen langsung terlihat di device kecil. Modul ini mengajarkan Hermes engine (JavaScript engine optimized untuk mobile), Reanimated untuk animasi 60fps di UI thread, FlashList (pengganti FlatList yang 5x lebih cepat), bundle splitting dan lazy loading, serta profiling dengan Flipper dan React DevTools.
Cross-Platform Architecture
Monorepo, Code Sharing, dan Brownfield Integration
Setelah 11 modul fundamental sampai deployment, modul terakhir ini mengajarkan arsitektur untuk skala besar: Turborepo/Nx monorepo (shared packages: API client, types, hooks, utils — dipakai oleh web dan mobile), code sharing strategy (apa yang bisa di-share, apa yang platform-specific), brownfield integration (React Native di dalam app native existing), dan strategi untuk tim yang maintain web + mobile sekaligus.