Radix UI Primitives
Accessible UI components tanpa styling
Tujuan Pembelajaran
- Memahami Radix UI
- Bisa membuat accessible component dengan Radix
Analogi
Radix UI = Rangka boneka (struktur + mekanisme)
Kamu yang beri pakaian (styling) dan hiasan
Radix UI menyediakan unstyled accessible primitives untuk di-styling sendiri
Penjelasan Konsep
Radix UI
Radix UI adalah library low-level, unstyled components yang fokus pada accessibility, keyboard navigation, dan behavior. shadcn/ui dibangun di atas Radix UI primitives.
Kenapa Radix UI?
- Accessibility — WAI-ARIA compliant, keyboard navigation, focus management.
- Unstyled — Tidak ada styling bawaan, bebas styling dengan CSS apapun.
- Controlled & Uncontrolled — Support kedua mode.
- Composable — Tiap bagian bisa dikomposisikan secara independen.
- Portal Support — Dialog, popover otomatis render di body.
Primitives Tersedia
Dialog, Dropdown Menu, Tabs, Tooltip, Popover, Select, Checkbox, Radio Group, Switch, Slider, Accordion, Collapsible, Hover Card, Toggle Group, Aspect Ratio, Avatar, Label, Progress, Scroll Area, Separator, Skeleton, Toggle, Toolbar.
Inti yang Perlu Dipahami
Bagian ini berfokus pada memahami Radix UI., dan bisa membuat accessible component dengan Radix. Jangan terburu-buru menghafal istilahnya. Lebih penting untuk memahami peran setiap konsep dan kapan konsep itu muncul dalam pekerjaan web development.
Saat membaca Radix UI Primitives, gunakan tujuan belajar sebagai penanda arah. Kalau kamu sudah bisa menjelaskan tujuan itu dengan kata-katamu sendiri, berarti fondasinya mulai terbentuk.
Cara Membayangkannya
Radix UI menyediakan unstyled accessible primitives untuk di-styling sendiri. Analogi ini dipakai supaya konsep teknis tidak terasa melayang. Hubungkan setiap istilah dengan perannya: siapa yang meminta, siapa yang memproses, data apa yang berpindah, dan hasil apa yang diharapkan.
Kalau analoginya sudah terasa masuk akal, barulah lihat istilah teknisnya. Cara ini membuat materi lebih mudah dipahami daripada langsung menghafal definisi.
Saat Melihat Contoh Kode
Contoh kode pada chapter ini memakai bahasa tsx. Bacalah contoh kode sebagai ilustrasi alur, bukan sebagai bagian yang harus langsung dihafal. Radix UI = unstyled primitives. Compose bagian-bagian. Full accessibility.
Perhatikan nama fungsi, urutan langkah, dan data yang berpindah. Biasanya tiga hal itu sudah cukup untuk memahami hubungan antara teori dan praktik.
Konteks dalam Perjalanan Belajar
Setiap konsep di platform ini dipilih karena dipakai di industri. Fokus pada pemahaman, bukan hafalan.
Kamu sudah di bagian lanjutan. Mulai pikirkan bagaimana konsep ini dipakai di dunia kerja — bukan hanya untuk belajar, tapi untuk membangun produk nyata.
Gunakan pertanyaan reflektif dan prompt AI di akhir chapter sebagai latihan aktif. Membaca saja tidak cukup — kamu perlu menjelaskan ulang dengan kata-katamu sendiri.
Contoh Kode
import * as Dialog from '@radix-ui/react-dialog';
import { Cross2Icon } from '@radix-ui/react-icons';
function MyDialog() {
return (
<Dialog.Root>
<Dialog.Trigger asChild>
<button>Open Dialog</button>
</Dialog.Trigger>
<Dialog.Portal>
<Dialog.Overlay className="fixed inset-0 bg-black/50" />
<Dialog.Content className="fixed top-1/2 left-1/2 -translate-x-1/2 -translate-y-1/2 bg-white p-6 rounded-lg">
<Dialog.Title className="text-lg font-bold">Dialog Title</Dialog.Title>
<Dialog.Description>Description here</Dialog.Description>
<Dialog.Close asChild>
<button className="absolute top-2 right-2">
<Cross2Icon />
</button>
</Dialog.Close>
</Dialog.Content>
</Dialog.Portal>
</Dialog.Root>
);
}Penjelasan Kode
Prompt AI
Kenapa Radix UI primitives lebih baik dari membuat component dari nol?
Pertanyaan Reflektif
Buat accessible dropdown menu dengan Radix UI + Tailwind.