Lewati ke konten utama
menjadi.dev
Chapter 30.5 AI Product Lanjutan

Spesifikasi Teknis dalam PRD: API Contract ke Component Tree

Dari requirement bisnis ke spesifikasi yang bisa langsung dikoding oleh AI

Tujuan Pembelajaran

  • Mampu menulis technical specifications yang actionable untuk AI coding tools
  • Mampu mendesain API contract dan data model sederhana
  • Mampu mem-breakdown UI menjadi component tree

Analogi

Diagram

      Business Requirement: "Ruangan harus terang"

Technical Spec:
- 4 titik lampu LED 12W di ceiling
- 2 saklar double (pintu depan & samping)
- Kabel NYM 2x2.5mm dari MCB 6A
- Jarak antar lampu: 1.5 meter
- Iluminasi target: 300 lux

Spec = menerjemahkan 'apa' menjadi 'bagaimana'.
    

Business requirement = 'ruangan harus terang'. Technical spec = '4 lampu LED 12W, kabel 2.5mm, MCB 6A, target 300 lux'. Spec menerjemahkan 'apa' menjadi 'bagaimana'.

Penjelasan Konsep

Komponen Technical Spec: (1) API Contract — setiap endpoint: method & path, request body (tipe data), response (success + error cases), authentication. Format Zod schema ideal untuk single source of truth. (2) Data Model — entities & relasi: Table users (id uuid PK, email unique, password_hash, created_at). Relasi: users 1-N posts. (3) Component Tree — hierarki UI: App -> Layout (Header, Sidebar) -> Pages -> Components. Setiap komponen di-breakdown sampai level atomic. (4) State Management — global (AuthContext), server (TanStack Query), form (React Hook Form + Zod). (5) Error States & Edge Cases — loading (skeleton), empty (“Belum ada data”), error (toast + retry), edge cases (title >200 char -> truncate).

Spec yang baik membuat AI langsung generate kode tepat tanpa interpretasi tambahan.

Inti yang Perlu Dipahami

Bagian ini berfokus pada mampu menulis technical specifications yang actionable untuk AI coding tools., mampu mendesain API contract dan data model sederhana., dan mampu mem-breakdown UI menjadi component tree. Jangan terburu-buru menghafal istilahnya. Lebih penting untuk memahami peran setiap konsep dan kapan konsep itu muncul dalam pekerjaan web development.

Saat membaca Spesifikasi Teknis dalam PRD, gunakan tujuan belajar sebagai penanda arah. Kalau kamu sudah bisa menjelaskan tujuan itu dengan kata-katamu sendiri, berarti fondasinya mulai terbentuk.

Cara Membayangkannya

Business requirement = ‘ruangan harus terang’. Technical spec = ‘4 lampu LED 12W, kabel 2.5mm, MCB 6A, target 300 lux’. Spec menerjemahkan ‘apa’ menjadi ‘bagaimana’. Analogi ini dipakai supaya konsep teknis tidak terasa melayang. Hubungkan setiap istilah dengan perannya: siapa yang meminta, siapa yang memproses, data apa yang berpindah, dan hasil apa yang diharapkan.

Kalau analoginya sudah terasa masuk akal, barulah lihat istilah teknisnya. Cara ini membuat materi lebih mudah dipahami daripada langsung menghafal definisi.

Konteks dalam Perjalanan Belajar

Setiap konsep di platform ini dipilih karena dipakai di industri. Fokus pada pemahaman, bukan hafalan.

Kamu sudah di bagian lanjutan. Mulai pikirkan bagaimana konsep ini dipakai di dunia kerja — bukan hanya untuk belajar, tapi untuk membangun produk nyata.

Gunakan pertanyaan reflektif dan prompt AI di akhir chapter sebagai latihan aktif. Membaca saja tidak cukup — kamu perlu menjelaskan ulang dengan kata-katamu sendiri.

Prompt AI

Berikan PRD dengan user stories (tanpa technical spec). Minta AI generate technical spec lengkap: API contracts, data model, component tree, state management, error states. Review kelengkapannya.

Pertanyaan Reflektif

Tulis technical spec untuk satu halaman dari aplikasi favoritmu. Bedah: API calls apa, data model apa, komponen apa saja.