Event Handling & User Input
Pressable, gesture, dan input management di mobile
Tujuan Pembelajaran
- Memahami perbedaan event handling di web vs mobile
- Mampu menggunakan Pressable, TextInput, dan Switch
- Mengerti controlled vs uncontrolled input pattern
Analogi
Web Click = Mobile Press/Tap:
Web: onClick → event objek punya pageX, pageY, target
Mobile: onPress → tidak ada event objek (langsung handler)
Web form: onSubmit → preventDefault
Mobile form: onPress button → validasi → submit
Intinya: Mobile lebih sederhana — tidak perlu manage event bubbling komplex.
Event di mobile lebih sederhana dari web. Tidak ada event bubbling, tidak ada preventDefault. Hanya onPress, onChangeText, dan gesture.
Penjelasan Konsep
React Native punya event system yang berbeda dengan web. Tidak ada onClick — ganti onPress. Tidak ada onChange — ganti onChangeText. Tidak ada onSubmit — form handling manual via button press.
Pressable: komponen paling fleksibel untuk interaksi tap. Prop: onPress (tap), onLongPress (hold), hitSlop (perbesar touch area — krusial untuk mobile UX). Style bisa berubah berdasarkan state: {({ pressed }) => [...]}.
TextInput: dua mode — controlled (via value + onChangeText) dan uncontrolled (via defaultValue). Controlled lebih predictable untuk validasi real-time. Props keyboard: keyboardType (default, numeric, email-address, phone-pad), returnKeyType (done, next, search), autoCapitalize, autoCorrect.
Form pattern: state untuk setiap field → onChangeText update state → validasi di handler submit → tampilkan error di UI. JANGAN manage form kompleks manual — pakai React Hook Form atau Formik.
KeyboardAvoidingView: wrapper yang otomatis shift konten saat keyboard muncul. Krusial untuk form di mobile — tanpa ini, keyboard menutupi input field.
Inti yang Perlu Dipahami
Bagian ini berfokus pada memahami perbedaan event handling di web vs mobile., mampu menggunakan Pressable, TextInput, dan Switch., dan mengerti controlled vs uncontrolled input pattern. Jangan terburu-buru menghafal istilahnya. Lebih penting untuk memahami peran setiap konsep dan kapan konsep itu muncul dalam pekerjaan web development.
Saat membaca Event Handling & User Input, gunakan tujuan belajar sebagai penanda arah. Kalau kamu sudah bisa menjelaskan tujuan itu dengan kata-katamu sendiri, berarti fondasinya mulai terbentuk.
Cara Membayangkannya
Event di mobile lebih sederhana dari web. Tidak ada event bubbling, tidak ada preventDefault. Hanya onPress, onChangeText, dan gesture. Analogi ini dipakai supaya konsep teknis tidak terasa melayang. Hubungkan setiap istilah dengan perannya: siapa yang meminta, siapa yang memproses, data apa yang berpindah, dan hasil apa yang diharapkan.
Kalau analoginya sudah terasa masuk akal, barulah lihat istilah teknisnya. Cara ini membuat materi lebih mudah dipahami daripada langsung menghafal definisi.
Saat Melihat Contoh Kode
Contoh kode pada chapter ini memakai bahasa tsx. Bacalah contoh kode sebagai ilustrasi alur, bukan sebagai bagian yang harus langsung dihafal. Pressable dengan pressed state callback membuat button terasa responsif. KeyboardAvoidingView behavior berbeda per platform — padding untuk iOS, height untuk Android.
Perhatikan nama fungsi, urutan langkah, dan data yang berpindah. Biasanya tiga hal itu sudah cukup untuk memahami hubungan antara teori dan praktik.
Konteks dalam Perjalanan Belajar
Setiap konsep di platform ini dipilih karena dipakai di industri. Fokus pada pemahaman, bukan hafalan.
Kamu sudah di bagian lanjutan. Mulai pikirkan bagaimana konsep ini dipakai di dunia kerja — bukan hanya untuk belajar, tapi untuk membangun produk nyata.
Gunakan pertanyaan reflektif dan prompt AI di akhir chapter sebagai latihan aktif. Membaca saja tidak cukup — kamu perlu menjelaskan ulang dengan kata-katamu sendiri.
Contoh Kode
import { useState } from "react";
import { View, TextInput, Pressable, Text, StyleSheet, KeyboardAvoidingView, Platform } from "react-native";
export default function LoginForm() {
const [email, setEmail] = useState("");
const [password, setPassword] = useState("");
const handleLogin = () => {
if (!email.includes("@")) {
alert("Email tidak valid");
return;
}
alert(`Login dengan ${email}`);
};
return (
<KeyboardAvoidingView
behavior={Platform.OS === "ios" ? "padding" : "height"}
style={styles.container}
>
<TextInput
placeholder="Email"
value={email}
onChangeText={setEmail}
keyboardType="email-address"
autoCapitalize="none"
style={styles.input}
/>
<TextInput
placeholder="Password"
value={password}
onChangeText={setPassword}
secureTextEntry
style={styles.input}
/>
<Pressable
style={({ pressed }) => [styles.button, pressed && { opacity: 0.8 }]}
onPress={handleLogin}
>
<Text style={styles.buttonText}>Login</Text>
</Pressable>
</KeyboardAvoidingView>
);
}
const styles = StyleSheet.create({
container: { flex: 1, padding: 24, justifyContent: "center", gap: 12 },
input: { borderWidth: 1, borderColor: "#ddd", borderRadius: 10, padding: 16, fontSize: 16 },
button: { backgroundColor: "#007AFF", padding: 16, borderRadius: 12, alignItems: "center" },
buttonText: { color: "white", fontSize: 16, fontWeight: "600" },
});Penjelasan Kode
Prompt AI
Buat form registration lengkap dengan validasi: email, password (min 8 karakter), konfirmasi password, dan checkbox agree to terms. Gunakan React hooks dan tampilkan pesan error inline (bukan alert).
Pertanyaan Reflektif
Bandingkan form handling di web (HTML form + onSubmit) dengan React Native (manual state + button press). Mana yang lebih intuitif? Kenapa React Native tidak support HTML form?