Lewati ke konten utama
menjadi.dev
Chapter 45.1 Mobile Lanjutan

AsyncStorage & Local Persistence

Simpan data sederhana di device — token, preferensi, cache

Tujuan Pembelajaran

  • Memahami AsyncStorage sebagai key-value store sederhana
  • Mampu membaca, menulis, dan menghapus data
  • Mengerti batasan AsyncStorage dan kapan harus pakai alternatif

Analogi

Diagram

      AsyncStorage = Notes App Sederhana:
- setItem('kunci', 'nilai') = tulis catatan baru
- getItem('kunci') = baca catatan
- removeItem('kunci') = buang catatan

Cocok: token JWT, preferensi user, cache ringan
Tidak cocok: data kompleks ribuan records, binary file (gambar)
    

AsyncStorage seperti notes app — sederhana, key-value, asynchronous. Untuk token dan preferensi, ini solusi tepat.

Penjelasan Konsep

AsyncStorage adalah key-value storage asynchronous yang persisten di device. Data tetap ada meskipun app ditutup atau device restart. Cocok untuk: (1) Auth token — simpan JWT, login otomatis saat buka app. (2) User preferences — theme, language, onboarding status. (3) Cache sederhana — simpan hasil API call agar tidak fetch ulang.

API: setItem(key, value), getItem(key), removeItem(key), mergeItem(key, value), multiGet(keys), clear(). Semua return Promise — selalu async.

Batasan: (1) Hanya support string values — object harus JSON.stringify + JSON.parse. (2) Performance lambat untuk data besar — bukan database. (3) Max ~6MB di Android, unlimited di iOS (tapi tidak disarankan). (4) Tidak ada query/filter — kamu harus ambil semua data lalu filter di JS.

Best practices: (1) Namespace keys — @auth/token, @settings/theme untuk menghindari collision. (2) Jangan baca AsyncStorage di render — gunakan useEffect atau lazy initialization. (3) Error handling — AsyncStorage bisa fail (device penuh, permission). (4) Jangan simpan data sensitif yang tidak terenkripsi — pakai expo-secure-store.

Inti yang Perlu Dipahami

Bagian ini berfokus pada memahami AsyncStorage sebagai key-value store sederhana., mampu membaca, menulis, dan menghapus data., dan mengerti batasan AsyncStorage dan kapan harus pakai alternatif. Jangan terburu-buru menghafal istilahnya. Lebih penting untuk memahami peran setiap konsep dan kapan konsep itu muncul dalam pekerjaan web development.

Saat membaca AsyncStorage & Local Persistence, gunakan tujuan belajar sebagai penanda arah. Kalau kamu sudah bisa menjelaskan tujuan itu dengan kata-katamu sendiri, berarti fondasinya mulai terbentuk.

Cara Membayangkannya

AsyncStorage seperti notes app — sederhana, key-value, asynchronous. Untuk token dan preferensi, ini solusi tepat. Analogi ini dipakai supaya konsep teknis tidak terasa melayang. Hubungkan setiap istilah dengan perannya: siapa yang meminta, siapa yang memproses, data apa yang berpindah, dan hasil apa yang diharapkan.

Kalau analoginya sudah terasa masuk akal, barulah lihat istilah teknisnya. Cara ini membuat materi lebih mudah dipahami daripada langsung menghafal definisi.

Saat Melihat Contoh Kode

Contoh kode pada chapter ini memakai bahasa tsx. Bacalah contoh kode sebagai ilustrasi alur, bukan sebagai bagian yang harus langsung dihafal. Baca dari AsyncStorage di useEffect (bukan render). Setelah update state, langsung write ke AsyncStorage untuk persistence.

Perhatikan nama fungsi, urutan langkah, dan data yang berpindah. Biasanya tiga hal itu sudah cukup untuk memahami hubungan antara teori dan praktik.

Konteks dalam Perjalanan Belajar

Setiap konsep di platform ini dipilih karena dipakai di industri. Fokus pada pemahaman, bukan hafalan.

Kamu sudah di bagian lanjutan. Mulai pikirkan bagaimana konsep ini dipakai di dunia kerja — bukan hanya untuk belajar, tapi untuk membangun produk nyata.

Gunakan pertanyaan reflektif dan prompt AI di akhir chapter sebagai latihan aktif. Membaca saja tidak cukup — kamu perlu menjelaskan ulang dengan kata-katamu sendiri.

Contoh Kode

tsx
import AsyncStorage from "@react-native-async-storage/async-storage";
import { useEffect, useState } from "react";
import { View, Text, Pressable } from "react-native";

const THEME_KEY = "@settings/theme";

export default function Settings() {
  const [theme, setTheme] = useState<string>("light");

  useEffect(() => {
    AsyncStorage.getItem(THEME_KEY).then((value) => { if (value) setTheme(value); });
  }, []);

  const toggleTheme = async () => {
    const next = theme === "light" ? "dark" : "light";
    setTheme(next);
    await AsyncStorage.setItem(THEME_KEY, next);
  };

  return (
    <View>
      <Text>Current: {theme}</Text>
      <Pressable onPress={toggleTheme}><Text>Toggle</Text></Pressable>
    </View>
  );
}

Penjelasan Kode

Baca dari AsyncStorage di useEffect (bukan render). Setelah update state, langsung write ke AsyncStorage untuk persistence.

Prompt AI

Desain module `storage.ts` yang abstraksi AsyncStorage dengan TypeScript generics: `get<T>(key): Promise<T | null>`, `set<T>(key, value): Promise<void>`, `remove(key): Promise<void>`. Include JSON parse/stringify dan error handling.

Pertanyaan Reflektif

Data apa di aplikasimu yang harus survive app restart? Token? Preferensi? Draft form? Mana yang cocok untuk AsyncStorage?