Offline Queue Pattern
Simpan operasi saat offline, eksekusi saat online kembali
Tujuan Pembelajaran
- Memahami offline queue pattern untuk aplikasi mobile
- Mampu mengimplementasikan queue dengan AsyncStorage/MMKV
- Mengerti cara handle failed operations dan retry logic
Analogi
Offline Queue = Antrian di Bank:
- Kamu datang, ambil nomor antrian (queue operation)
- Loket buka (online) → nomor dipanggil satu per satu (execute)
- Loket tutup (offline) → nomor tetap di antrian, tunggu
- Kalau transaksi gagal → kasir catat, coba lagi nanti
Offline queue seperti antrian bank — operasi disimpan dulu dalam antrian. Saat online, dieksekusi urut. Kalau gagal, retry.
Penjelasan Konsep
User mobile sering kehilangan koneksi — di kereta, basement, remote area. Aplikasi harus tetap usable saat offline dengan queue pattern.
Pattern: (1) User melakukan aksi (create post, like, comment). (2) Aksi disimpan di queue (array di MMKV). (3) UI langsung update seolah sukses (optimistic update). (4) Kalau online → eksekusi queue item per item. (5) Kalau offline → queue menunggu. (6) Saat gagal → retry atau simpan untuk nanti.
Queue structure: type QueueItem = { id: string; action: 'CREATE' | 'UPDATE' | 'DELETE'; endpoint: string; payload: any; timestamp: number; retryCount: number }. Simpan di MMKV sebagai JSON array.
Execution: saat app online, ambil semua queue items → eksekusi berurutan → hapus yang sukses, increment retryCount yang gagal. Kalau retryCount > 3 → move ke dead letter queue, notifikasi user.
Optimistic update: jangan tunggu network response untuk update UI. Misal: user like post → UI langsung tampilkan hati merah → queue item ter-create. Kalau gagal → rollback UI.
Network detection: pakai @react-native-community/netinfo untuk detect online/offline. Subscribe ke network state — saat online kembali, trigger dequeue.
Inti yang Perlu Dipahami
Bagian ini berfokus pada memahami offline queue pattern untuk aplikasi mobile., mampu mengimplementasikan queue dengan AsyncStorage/MMKV., dan mengerti cara handle failed operations dan retry logic. Jangan terburu-buru menghafal istilahnya. Lebih penting untuk memahami peran setiap konsep dan kapan konsep itu muncul dalam pekerjaan web development.
Saat membaca Offline Queue Pattern, gunakan tujuan belajar sebagai penanda arah. Kalau kamu sudah bisa menjelaskan tujuan itu dengan kata-katamu sendiri, berarti fondasinya mulai terbentuk.
Cara Membayangkannya
Offline queue seperti antrian bank — operasi disimpan dulu dalam antrian. Saat online, dieksekusi urut. Kalau gagal, retry. Analogi ini dipakai supaya konsep teknis tidak terasa melayang. Hubungkan setiap istilah dengan perannya: siapa yang meminta, siapa yang memproses, data apa yang berpindah, dan hasil apa yang diharapkan.
Kalau analoginya sudah terasa masuk akal, barulah lihat istilah teknisnya. Cara ini membuat materi lebih mudah dipahami daripada langsung menghafal definisi.
Saat Melihat Contoh Kode
Contoh kode pada chapter ini memakai bahasa tsx. Bacalah contoh kode sebagai ilustrasi alur, bukan sebagai bagian yang harus langsung dihafal. Queue disimpan di MMKV sebagai JSON. Proses queue item per item. Hapus yang sukses, retry yang gagal. Dead letter queue untuk yang gagal >3x.
Perhatikan nama fungsi, urutan langkah, dan data yang berpindah. Biasanya tiga hal itu sudah cukup untuk memahami hubungan antara teori dan praktik.
Konteks dalam Perjalanan Belajar
Setiap konsep di platform ini dipilih karena dipakai di industri. Fokus pada pemahaman, bukan hafalan.
Kamu sudah di bagian lanjutan. Mulai pikirkan bagaimana konsep ini dipakai di dunia kerja — bukan hanya untuk belajar, tapi untuk membangun produk nyata.
Gunakan pertanyaan reflektif dan prompt AI di akhir chapter sebagai latihan aktif. Membaca saja tidak cukup — kamu perlu menjelaskan ulang dengan kata-katamu sendiri.
Contoh Kode
type QueueItem = { id: string; action: string; endpoint: string; payload: any; retryCount: number };
async function addToQueue(item: Omit<QueueItem, "id" | "retryCount">) {
const queue: QueueItem[] = JSON.parse(storage.getString("offlineQueue") ?? "[]");
queue.push({ ...item, id: Date.now().toString(), retryCount: 0 });
storage.set("offlineQueue", JSON.stringify(queue));
}
async function processQueue() {
const queue: QueueItem[] = JSON.parse(storage.getString("offlineQueue") ?? "[]");
for (const item of queue) {
try {
await apiFetch(item.endpoint, { method: item.action, body: item.payload });
queue.splice(queue.indexOf(item), 1);
} catch {
item.retryCount++;
}
}
storage.set("offlineQueue", JSON.stringify(queue));
}Penjelasan Kode
Prompt AI
Implementasikan offline queue pattern untuk aplikasi social media: (a) create post, (b) like post, (c) add comment. Sertakan optimistic update, retry logic, dan UI indicator bahwa ada operasi pending.
Pertanyaan Reflektif
Apakah aplikasimu butuh offline-first? Fitur apa yang paling krusial harus tetap berfungsi saat offline? Apa trade-off dari optimistic update?