Push Notification dengan Expo
Kirim notifikasi ke user — dari server ke device
Tujuan Pembelajaran
- Memahami arsitektur push notification di mobile
- Mampu mengimplementasikan push notification dengan Expo Push API
- Mengerti perbedaan notification di iOS vs Android
Analogi
Push Notification = Surat dari Kantor Pos:
1. Server kirim surat → Expo Push Service (kantor pos)
2. Expo Push Service → APNs (iOS) / FCM (Android) (kurir)
3. APNs/FCM → Device user (penerima)
4. Device → OS tampilkan notifikasi
Tanpa Expo: harus handle APNs + FCM dua-duanya sendiri
Push notification seperti surat — server kirim, Expo Push Service jadi kantor pos, APNs/FCM jadi kurir, sampai ke device user.
Penjelasan Konsep
Push notification adalah pesan dari server ke device user — untuk re-engagement, alert, update. Arsitektur: Server → Expo Push API → Apple Push Notification service (APNs) atau Firebase Cloud Messaging (FCM) → Device.
Setup: (1) Register device: Notifications.getExpoPushTokenAsync() — dapat token unik per device. (2) Kirim token ke backend — simpan di database user. (3) Backend kirim notifikasi: POST ke https://exp.host/--/api/v2/push/send dengan token dan payload.
Payload: { to: token, title: 'Pesan Baru', body: 'Kamu dapat pesan dari John', data: { screen: 'Chat', chatId: '123' }, sound: 'default', badge: 1 }. data object untuk navigate ke screen spesifik saat user tap notifikasi.
Notification handling: (1) Foreground: notifikasi bisa diterima di app dengan listener. (2) Background: OS yang tampilkan. (3) Killed: OS yang tampilkan + buka app saat tap. (4) Tap handler: Notifications.addNotificationResponseReceivedListener() untuk handle navigasi.
iOS vs Android: iOS butuh permission (Notifications.requestPermissionsAsync()). Android auto-granted (dengan notification channel sejak API 26). iOS badge number, Android tidak (tapi bisa lewat library).
Inti yang Perlu Dipahami
Bagian ini berfokus pada memahami arsitektur push notification di mobile., mampu mengimplementasikan push notification dengan Expo Push API., dan mengerti perbedaan notification di iOS vs Android. Jangan terburu-buru menghafal istilahnya. Lebih penting untuk memahami peran setiap konsep dan kapan konsep itu muncul dalam pekerjaan web development.
Saat membaca Push Notification dengan Expo, gunakan tujuan belajar sebagai penanda arah. Kalau kamu sudah bisa menjelaskan tujuan itu dengan kata-katamu sendiri, berarti fondasinya mulai terbentuk.
Cara Membayangkannya
Push notification seperti surat — server kirim, Expo Push Service jadi kantor pos, APNs/FCM jadi kurir, sampai ke device user. Analogi ini dipakai supaya konsep teknis tidak terasa melayang. Hubungkan setiap istilah dengan perannya: siapa yang meminta, siapa yang memproses, data apa yang berpindah, dan hasil apa yang diharapkan.
Kalau analoginya sudah terasa masuk akal, barulah lihat istilah teknisnya. Cara ini membuat materi lebih mudah dipahami daripada langsung menghafal definisi.
Saat Melihat Contoh Kode
Contoh kode pada chapter ini memakai bahasa tsx. Bacalah contoh kode sebagai ilustrasi alur, bukan sebagai bagian yang harus langsung dihafal. setNotificationHandler untuk konfigurasi behavior (alert, sound, badge). registerForPushNotifications minta izin + dapat token. Listener untuk handle tap notifikasi.
Perhatikan nama fungsi, urutan langkah, dan data yang berpindah. Biasanya tiga hal itu sudah cukup untuk memahami hubungan antara teori dan praktik.
Konteks dalam Perjalanan Belajar
Setiap konsep di platform ini dipilih karena dipakai di industri. Fokus pada pemahaman, bukan hafalan.
Kamu sudah di bagian lanjutan. Mulai pikirkan bagaimana konsep ini dipakai di dunia kerja — bukan hanya untuk belajar, tapi untuk membangun produk nyata.
Gunakan pertanyaan reflektif dan prompt AI di akhir chapter sebagai latihan aktif. Membaca saja tidak cukup — kamu perlu menjelaskan ulang dengan kata-katamu sendiri.
Contoh Kode
import * as Notifications from "expo-notifications";
import { useEffect } from "react";
Notifications.setNotificationHandler({ handleNotification: async () => ({ shouldShowAlert: true, shouldPlaySound: true, shouldSetBadge: true }) });
export default function App() {
useEffect(() => {
registerForPushNotifications();
const sub = Notifications.addNotificationResponseReceivedListener((response) => {
const { screen, chatId } = response.notification.request.content.data;
if (screen === "Chat") navigation.navigate("Chat", { chatId });
});
return () => sub.remove();
}, []);
}
async function registerForPushNotifications() {
const { status } = await Notifications.requestPermissionsAsync();
if (status !== "granted") return;
const token = (await Notifications.getExpoPushTokenAsync()).data;
await sendTokenToBackend(token);
}Penjelasan Kode
Prompt AI
Desain sistem notifikasi untuk aplikasi social media: user dapat notifikasi saat: like, comment, follow, mention, dan message. Tulis handler untuk masing-masing tipe dan navigasi ke screen yang tepat.
Pertanyaan Reflektif
Analisis strategi notifikasi aplikasi favoritmu. Seberapa sering mereka kirim notifikasi? Apakah mengganggu? Bagaimana kamu bisa mendesain yang lebih baik?