Geofencing
Trigger event saat user masuk atau keluar area tertentu
Tujuan Pembelajaran
- Memahami konsep geofencing dan use case-nya
- Mampu mengimplementasikan geofencing dengan expo-location
- Mengerti batasan platform dan battery impact
Analogi
Geofence = Pagar Virtual:
- Kamu pasang pagar di sekitar kantor (radius 200m)
- Saat user masuk area → trigger "Selamat Datang di Kantor"
- Saat user keluar area → trigger "Sampai Jumpa"
Bukan cek lokasi terus-menerus (boros baterai), tapi OS yang monitor region.
Geofence seperti pagar virtual — kamu definisikan area, OS yang monitor kapan user masuk/keluar. Trigger event otomatis.
Penjelasan Konsep
Geofencing memungkinkan aplikasi merespons saat user masuk/keluar area yang didefinisikan sebelumnya. Use cases: (1) Check-in otomatis di kantor. (2) Reminder: beli susu saat dekat supermarket. (3) Home automation: nyalakan AC saat user 500m dari rumah. (4) Delivery tracking: notifikasi saat kurir dekat.
Expo implementation: Location.startGeofencingAsync('TASK_NAME', regions). Regions: array of { identifier, latitude, longitude, radius, notifyOnEnter, notifyOnExit }. Radius dalam meter.
Background task: define task di top-level dengan TaskManager.defineTask('TASK_NAME', ({ data, error }) => { ... }). Task menerima data.eventType (enter/exit) dan data.region.
Batasan: (1) iOS: maksimal 20 regions per app. Radius minimum ~100m (tidak bisa 10m). (2) Android: maksimal 100 regions. (3) Akurasi bergantung pada hardware dan sinyal GPS. (4) Tidak real-time — ada delay beberapa detik sampai menit. (5) Baterai: geofencing cukup efisien karena OS yang monitor (bukan app polling).
Testing: simulasi lokasi di iOS Simulator (Features > Location > Custom Location). Di Android Emulator (Location tab). Tidak bisa di Expo Go.
Inti yang Perlu Dipahami
Bagian ini berfokus pada memahami konsep geofencing dan use case-nya., mampu mengimplementasikan geofencing dengan expo-location., dan mengerti batasan platform dan battery impact. Jangan terburu-buru menghafal istilahnya. Lebih penting untuk memahami peran setiap konsep dan kapan konsep itu muncul dalam pekerjaan web development.
Saat membaca Geofencing, gunakan tujuan belajar sebagai penanda arah. Kalau kamu sudah bisa menjelaskan tujuan itu dengan kata-katamu sendiri, berarti fondasinya mulai terbentuk.
Cara Membayangkannya
Geofence seperti pagar virtual — kamu definisikan area, OS yang monitor kapan user masuk/keluar. Trigger event otomatis. Analogi ini dipakai supaya konsep teknis tidak terasa melayang. Hubungkan setiap istilah dengan perannya: siapa yang meminta, siapa yang memproses, data apa yang berpindah, dan hasil apa yang diharapkan.
Kalau analoginya sudah terasa masuk akal, barulah lihat istilah teknisnya. Cara ini membuat materi lebih mudah dipahami daripada langsung menghafal definisi.
Saat Melihat Contoh Kode
Contoh kode pada chapter ini memakai bahasa tsx. Bacalah contoh kode sebagai ilustrasi alur, bukan sebagai bagian yang harus langsung dihafal. TaskManager.defineTask di top-level. startGeofencingAsync dengan array regions. eventType bisa ‘enter’ atau ‘exit’. Notifikasi/panggil API di task handler.
Perhatikan nama fungsi, urutan langkah, dan data yang berpindah. Biasanya tiga hal itu sudah cukup untuk memahami hubungan antara teori dan praktik.
Konteks dalam Perjalanan Belajar
Setiap konsep di platform ini dipilih karena dipakai di industri. Fokus pada pemahaman, bukan hafalan.
Kamu sudah di bagian lanjutan. Mulai pikirkan bagaimana konsep ini dipakai di dunia kerja — bukan hanya untuk belajar, tapi untuk membangun produk nyata.
Gunakan pertanyaan reflektif dan prompt AI di akhir chapter sebagai latihan aktif. Membaca saja tidak cukup — kamu perlu menjelaskan ulang dengan kata-katamu sendiri.
Contoh Kode
import * as TaskManager from "expo-task-manager";
import * as Location from "expo-location";
const GEOFENCE_TASK = "geofence-task";
TaskManager.defineTask(GEOFENCE_TASK, ({ data, error }) => {
if (error) return;
const { eventType, region } = data as any;
console.log(`${eventType} region: ${region.identifier}`);
});
async function startGeofence() {
await Location.startGeofencingAsync(GEOFENCE_TASK, [
{ identifier: "kantor", latitude: -6.2, longitude: 106.8, radius: 200, notifyOnEnter: true, notifyOnExit: true },
]);
}Penjelasan Kode
Prompt AI
Desain fitur 'Smart Home Control': user definisikan home location → app detect saat user 1km dari rumah → trigger 'Welcome Home' scene (nyalakan lampu, AC, musik). Jelaskan implementasi geofence + background task.
Pertanyaan Reflektif
Aplikasi apa yang paling cocok dengan geofencing di kehidupanmu sehari-hari? Reminder? Otomatisasi? Atau sesuatu yang belum ada?