Lewati ke konten utama
menjadi.dev
Chapter 48.4 Mobile Lanjutan

App-Level Auth Architecture

AuthContext, token lifecycle, dan conditional rendering

Tujuan Pembelajaran

  • Memahami arsitektur auth di level aplikasi
  • Mampu membuat AuthContext dengan React Context
  • Mengerti token lifecycle: store, refresh, expire, revoke

Analogi

Diagram

      Auth Architecture = Sistem Keamanan Gedung:
- AuthContext = satpam pusat
- Token = kartu akses (ada expire date)
- Refresh token = perpanjang kartu akses
- Secure store = brankas kartu akses
- Conditional render = ruangan yang cuma bisa dimasuki pemilik kartu
    

Auth architecture seperti sistem keamanan gedung — AuthContext sebagai satpam pusat, token sebagai kartu akses, conditional render sebagai ruangan terbatas.

Penjelasan Konsep

Auth architecture di level aplikasi menentukan bagaimana seluruh app berinteraksi dengan state autentikasi. Komponen utama: (1) AuthContext — React Context berisi user, login, logout, loading. (2) AuthProvider — wrapper yang mengelola state auth. (3) useAuth hook — akses auth dari komponen manapun. (4) Conditional navigator — AuthStack vs AppStack.

AuthContext state: { user: User | null, isLoading: boolean, signIn: (credentials) => Promise<void>, signOut: () => Promise<void>, refreshToken: () => Promise<void> }. isLoading penting untuk splash screen.

Token lifecycle: (1) Store — simpan di secure store setelah login. (2) Attach — tambahkan ke header setiap request API. (3) Refresh — sebelum expire, gunakan refresh token untuk dapat access token baru. (4) Expire — kalau gagal refresh, force logout. (5) Revoke — hapus token saat logout.

Interceptor pattern: Axios/Fetch interceptor yang otomatis attach token + auto-refresh saat 401. Kalau refresh gagal → logout. Semua request API berjalan melalui interceptor ini.

Conditional rendering: <AuthProvider><Navigation /></AuthProvider>. Di dalam Navigation: {user ? <AppStack /> : <AuthStack />}. Splash: {isLoading ? <Splash /> : null}.

Persist auth state: simpan token di secure store → saat app start → baca token → validasi → set user state. Kalau token valid → skip login screen. Kalau token expire → refresh attempt → kalau gagal → login screen.

Inti yang Perlu Dipahami

Bagian ini berfokus pada memahami arsitektur auth di level aplikasi., mampu membuat AuthContext dengan React Context., dan mengerti token lifecycle: store, refresh, expire, revoke. Jangan terburu-buru menghafal istilahnya. Lebih penting untuk memahami peran setiap konsep dan kapan konsep itu muncul dalam pekerjaan web development.

Saat membaca App-Level Auth Architecture, gunakan tujuan belajar sebagai penanda arah. Kalau kamu sudah bisa menjelaskan tujuan itu dengan kata-katamu sendiri, berarti fondasinya mulai terbentuk.

Cara Membayangkannya

Auth architecture seperti sistem keamanan gedung — AuthContext sebagai satpam pusat, token sebagai kartu akses, conditional render sebagai ruangan terbatas. Analogi ini dipakai supaya konsep teknis tidak terasa melayang. Hubungkan setiap istilah dengan perannya: siapa yang meminta, siapa yang memproses, data apa yang berpindah, dan hasil apa yang diharapkan.

Kalau analoginya sudah terasa masuk akal, barulah lihat istilah teknisnya. Cara ini membuat materi lebih mudah dipahami daripada langsung menghafal definisi.

Saat Melihat Contoh Kode

Contoh kode pada chapter ini memakai bahasa tsx. Bacalah contoh kode sebagai ilustrasi alur, bukan sebagai bagian yang harus langsung dihafal. AuthContext dengan user, loading, signIn, signOut. Saat app start, cek token di secure store dan validasi. signIn simpan token + set user. signOut hapus token + reset state.

Perhatikan nama fungsi, urutan langkah, dan data yang berpindah. Biasanya tiga hal itu sudah cukup untuk memahami hubungan antara teori dan praktik.

Konteks dalam Perjalanan Belajar

Setiap konsep di platform ini dipilih karena dipakai di industri. Fokus pada pemahaman, bukan hafalan.

Kamu sudah di bagian lanjutan. Mulai pikirkan bagaimana konsep ini dipakai di dunia kerja — bukan hanya untuk belajar, tapi untuk membangun produk nyata.

Gunakan pertanyaan reflektif dan prompt AI di akhir chapter sebagai latihan aktif. Membaca saja tidak cukup — kamu perlu menjelaskan ulang dengan kata-katamu sendiri.

Contoh Kode

tsx
import { createContext, useContext, useState, useEffect, type ReactNode } from "react";
import * as SecureStore from "expo-secure-store";

interface AuthState { user: User | null; isLoading: boolean; signIn: (email: string, password: string) => Promise<void>; signOut: () => Promise<void>; }

const AuthContext = createContext<AuthState>({} as AuthState);

export function AuthProvider({ children }: { children: ReactNode }) {
  const [user, setUser] = useState<User | null>(null);
  const [isLoading, setIsLoading] = useState(true);

  useEffect(() => {
    SecureStore.getItemAsync("token").then((token) => {
      if (token) fetchUser(token).then(setUser).catch(() => SecureStore.deleteItemAsync("token"));
      setIsLoading(false);
    });
  }, []);

  const signIn = async (email: string, password: string) => {
    const { user, token } = await loginAPI(email, password);
    await SecureStore.setItemAsync("token", token);
    setUser(user);
  };

  const signOut = async () => { await SecureStore.deleteItemAsync("token"); setUser(null); };

  return <AuthContext.Provider value={{ user, isLoading, signIn, signOut }}>{children}</AuthContext.Provider>;
}

export const useAuth = () => useContext(AuthContext);

Penjelasan Kode

AuthContext dengan user, loading, signIn, signOut. Saat app start, cek token di secure store dan validasi. signIn simpan token + set user. signOut hapus token + reset state.

Prompt AI

Desain auth architecture lengkap: (a) AuthContext dengan token lifecycle, (b) Axios interceptor auto-refresh token, (c) conditional navigator, (d) biometric unlock setelah token expire, (e) queue request saat token refresh in-progress.

Pertanyaan Reflektif

Bagaimana aplikasi-aplikasi yang kamu pakai meng-handle session? Apakah mereka auto-login setelah app restart? Bagaimana UX-nya?