Lewati ke konten utama
menjadi.dev
Chapter 5.4 API & Auth Menengah

OAuth 2.0: Login dengan Google/Facebook

Cara kerja OAuth 2.0 dan social login

Tujuan Pembelajaran

  • Memahami alur OAuth 2.0 authorization code flow
  • Bisa mengimplementasikan social login

Analogi

Diagram

      OAuth = Kartu Tamu Hotel:

[Kamu] → 'Mau ke kamar 302' → [Resepsionis]
  ↓
[Resepsionis] → Telpon kamar 302 → 'Ada tamu?'
  ↓
[Penghuni 302] → 'Iya, izinkan' → [Kartu akses]
  ↓
[Kamu] → Pakai kartu → [Masuk]
    

OAuth seperti kartu tamu — user memberi izin aplikasi untuk akses data

Penjelasan Konsep

OAuth 2.0

OAuth 2.0 adalah protokol untuk memberikan akses terbatas ke resource user tanpa memberikan password. Kamu pasti pernah lihat “Login with Google” — itu OAuth.

OAuth 2.0 Flow (Authorization Code)

  1. User klik “Login with Google”.
  2. Aplikasi redirect user ke Google: “Ini aplikasi X, minta izin akses email.”
  3. User login ke Google dan klik “Izinkan”.
  4. Google redirect balik dengan authorization code.
  5. Aplikasi tukar code dengan access token (server-to-server).
  6. Aplikasi pakai access token untuk ambil data user.

Kenapa tidak langsung kasih access token ke client?

Lebih aman!

Authorization code hanya bisa ditukar sekali dan memerlukan client secret.

Inti yang Perlu Dipahami

Bagian ini berfokus pada memahami alur OAuth 2.0 authorization code flow., dan bisa mengimplementasikan social login. Jangan terburu-buru menghafal istilahnya. Lebih penting untuk memahami peran setiap konsep dan kapan konsep itu muncul dalam pekerjaan web development.

Saat membaca OAuth 2.0, gunakan tujuan belajar sebagai penanda arah. Kalau kamu sudah bisa menjelaskan tujuan itu dengan kata-katamu sendiri, berarti fondasinya mulai terbentuk.

Cara Membayangkannya

OAuth seperti kartu tamu — user memberi izin aplikasi untuk akses data. Analogi ini dipakai supaya konsep teknis tidak terasa melayang. Hubungkan setiap istilah dengan perannya: siapa yang meminta, siapa yang memproses, data apa yang berpindah, dan hasil apa yang diharapkan.

Kalau analoginya sudah terasa masuk akal, barulah lihat istilah teknisnya. Cara ini membuat materi lebih mudah dipahami daripada langsung menghafal definisi.

Saat Melihat Contoh Kode

Contoh kode pada chapter ini memakai bahasa javascript. Bacalah contoh kode sebagai ilustrasi alur, bukan sebagai bagian yang harus langsung dihafal. Baris 2-11: Build URL authorization. Baris 14-35: Handle callback, tukar code dengan token.

Perhatikan nama fungsi, urutan langkah, dan data yang berpindah. Biasanya tiga hal itu sudah cukup untuk memahami hubungan antara teori dan praktik.

Konteks dalam Perjalanan Belajar

Setiap konsep di platform ini dipilih karena dipakai di industri. Fokus pada pemahaman, bukan hafalan.

Kamu sedang membangun skill inti. Setelah bagian ini, kamu bisa memilih spesialisasi sesuai minat: frontend, backend, atau DevOps.

Gunakan pertanyaan reflektif dan prompt AI di akhir chapter sebagai latihan aktif. Membaca saja tidak cukup — kamu perlu menjelaskan ulang dengan kata-katamu sendiri.

Contoh Kode

javascript
// Step 1: Redirect ke Google OAuth
const redirectToGoogle = () => {
  const params = new URLSearchParams({
    client_id: 'YOUR_CLIENT_ID',
    redirect_uri: 'http://localhost:3000/callback',
    response_type: 'code',
    scope: 'email profile',
    state: 'random_state'
  });
  window.location.href = `https://accounts.google.com/o/oauth2/v2/auth?${params}`;
};

// Step 2: Handle callback
app.get('/callback', async (req, res) => {
  const { code } = req.query;
  const tokenRes = await fetch('https://oauth2.googleapis.com/token', {
    method: 'POST',
    headers: { 'Content-Type': 'application/x-www-form-urlencoded' },
    body: new URLSearchParams({
      code,
      client_id: process.env.GOOGLE_CLIENT_ID,
      client_secret: process.env.GOOGLE_CLIENT_SECRET,
      redirect_uri: 'http://localhost:3000/callback',
      grant_type: 'authorization_code'
    })
  });
  const { access_token } = await tokenRes.json();
  const userRes = await fetch('https://www.googleapis.com/oauth2/v2/userinfo', {
    headers: { Authorization: `Bearer ${access_token}` }
  });
  const user = await userRes.json();
  res.json({ message: 'Login berhasil!', user });
});

Penjelasan Kode

Baris 2-11: Build URL authorization. Baris 14-35: Handle callback, tukar code dengan token.

Prompt AI

Jelaskan bedanya authorization code flow vs implicit flow.

Pertanyaan Reflektif

Implementasi login with Google di proyekmu. Lihat alur redirect-nya.