EAS Submit: Auto Deploy ke Store
Submit build ke App Store dan Play Store langsung dari terminal
Tujuan Pembelajaran
- Memahami EAS Submit dan integrasinya dengan store
- Mampu mengkonfigurasi submit profile
- Mengerti cara handle store-specific metadata
Analogi
EAS Build = Pabrik (buat produk)
EAS Submit = Kurir (kirim ke toko)
Kamu build di EAS → hasil di dashboard → EAS Submit ambil hasil → upload ke App Store / Play Store.
Tanpa EAS Submit:
1. Download IPA dari EAS
2. Buka Transporter (Mac)
3. Upload manual
4. Login App Store Connect
5. Submit manual
EAS Submit seperti kurir — ambil build dari pabrik (EAS Build), antar ke toko (App Store/Play Store). Otomatis, tanpa upload manual.
Penjelasan Konsep
EAS Submit mengotomatiskan proses submit build ke App Store Connect dan Google Play Console. Dari terminal, satu command: build selesai → otomatis upload → siap review.
Konfigurasi di eas.json: "submit": { "production": { ... } }. Submit profile terpisah dari build profile — kamu bisa submit build yang dibuat beberapa hari sebelumnya.
iOS submit: (1) EAS upload IPA ke App Store Connect. (2) Perlu App Store Connect API Key (dibuat di App Store Connect > Users and Access > Keys). (3) EAS gunakan key untuk autentikasi dan upload. (4) Setelah upload, build muncul di TestFlight tab.
Android submit: (1) EAS upload AAB ke Play Console. (2) Perlu Google Play service account JSON key. (3) Play Console API enabled. (4) EAS gunakan key untuk autentikasi dan upload. (5) Build muncul di App Bundle Explorer.
One-command flow: eas build --platform all --profile production --auto-submit. Build + submit dalam satu command. Build iOS dan Android paralel.
Release notes: EAS Submit bisa attach release notes (what’s new). Tulis di eas.json atau sebagai parameter CLI.
Submit vs manual: EAS Submit menghilangkan kebutuhan buka Xcode, Transporter, atau Play Console web. Semua dari terminal. Sangat berguna untuk CI/CD.
Inti yang Perlu Dipahami
Bagian ini berfokus pada memahami EAS Submit dan integrasinya dengan store., mampu mengkonfigurasi submit profile., dan mengerti cara handle store-specific metadata. Jangan terburu-buru menghafal istilahnya. Lebih penting untuk memahami peran setiap konsep dan kapan konsep itu muncul dalam pekerjaan web development.
Saat membaca EAS Submit, gunakan tujuan belajar sebagai penanda arah. Kalau kamu sudah bisa menjelaskan tujuan itu dengan kata-katamu sendiri, berarti fondasinya mulai terbentuk.
Cara Membayangkannya
EAS Submit seperti kurir — ambil build dari pabrik (EAS Build), antar ke toko (App Store/Play Store). Otomatis, tanpa upload manual. Analogi ini dipakai supaya konsep teknis tidak terasa melayang. Hubungkan setiap istilah dengan perannya: siapa yang meminta, siapa yang memproses, data apa yang berpindah, dan hasil apa yang diharapkan.
Kalau analoginya sudah terasa masuk akal, barulah lihat istilah teknisnya. Cara ini membuat materi lebih mudah dipahami daripada langsung menghafal definisi.
Saat Melihat Contoh Kode
Contoh kode pada chapter ini memakai bahasa bash. Bacalah contoh kode sebagai ilustrasi alur, bukan sebagai bagian yang harus langsung dihafal. —auto-submit flag untuk auto-submit setelah build selesai. —latest untuk submit build terbaru yang sudah di-build sebelumnya.
Perhatikan nama fungsi, urutan langkah, dan data yang berpindah. Biasanya tiga hal itu sudah cukup untuk memahami hubungan antara teori dan praktik.
Konteks dalam Perjalanan Belajar
Setiap konsep di platform ini dipilih karena dipakai di industri. Fokus pada pemahaman, bukan hafalan.
Kamu sudah di bagian lanjutan. Mulai pikirkan bagaimana konsep ini dipakai di dunia kerja — bukan hanya untuk belajar, tapi untuk membangun produk nyata.
Gunakan pertanyaan reflektif dan prompt AI di akhir chapter sebagai latihan aktif. Membaca saja tidak cukup — kamu perlu menjelaskan ulang dengan kata-katamu sendiri.
Contoh Kode
# Build + submit sekaligus
eas build --platform all --profile production --auto-submit
# Submit build yang sudah jadi
eas submit --platform ios --latest
eas submit --platform android --latestPenjelasan Kode
Prompt AI
Konfigurasikan EAS Submit dengan: (a) auto-submit ke TestFlight untuk setiap build staging, (b) auto-submit ke Play Store internal track untuk setiap build staging, (c) manual submit untuk production. Tulis eas.json lengkapnya.
Pertanyaan Reflektif
Berapa banyak langkah yang dihemat EAS Submit dibandingkan deployment manual? Seberapa besar pengurangan human error?