Lewati ke konten utama
menjadi.dev
Chapter 9.1 Frontend Spesialisasi

React: Component-Based UI

Konsep component, props, state, dan hooks

Tujuan Pembelajaran

  • Memahami konsep React component
  • Bisa membuat component dengan props dan state

Analogi

Diagram

      React = LEGO:

[App] = [Header] + [Sidebar] + [Main] + [Footer]
         (komponen reusable)
    

React seperti LEGO: UI dibangun dari komponen reusable.

Penjelasan Konsep

React

React adalah library JavaScript untuk membangun user interface. Konsep utamanya adalah component: potongan UI yang reusable dan independen.

Konsep Dasar React

  1. Component: fungsi yang mengembalikan JSX.
  2. Props: data dari parent ke child, sifatnya read-only.
  3. State: data yang bisa berubah dan memicu render ulang.
  4. Hooks: fungsi seperti useState dan useEffect untuk memakai state dan lifecycle di functional component.

Kenapa React?

React membuat UI lebih deklaratif. Kamu mendeskripsikan tampilan untuk sebuah state, lalu React mengurus update DOM yang diperlukan.

Inti yang Perlu Dipahami

Bagian ini berfokus pada memahami konsep React component., dan bisa membuat component dengan props dan state. Jangan terburu-buru menghafal istilahnya. Lebih penting untuk memahami peran setiap konsep dan kapan konsep itu muncul dalam pekerjaan web development.

Saat membaca React, gunakan tujuan belajar sebagai penanda arah. Kalau kamu sudah bisa menjelaskan tujuan itu dengan kata-katamu sendiri, berarti fondasinya mulai terbentuk.

Cara Membayangkannya

React seperti LEGO: UI dibangun dari komponen reusable. Analogi ini dipakai supaya konsep teknis tidak terasa melayang. Hubungkan setiap istilah dengan perannya: siapa yang meminta, siapa yang memproses, data apa yang berpindah, dan hasil apa yang diharapkan.

Kalau analoginya sudah terasa masuk akal, barulah lihat istilah teknisnya. Cara ini membuat materi lebih mudah dipahami daripada langsung menghafal definisi.

Saat Melihat Contoh Kode

Contoh kode pada chapter ini memakai bahasa tsx. Bacalah contoh kode sebagai ilustrasi alur, bukan sebagai bagian yang harus langsung dihafal. useState menyimpan nilai count. Saat tombol diklik, state berubah dan React merender ulang komponen.

Perhatikan nama fungsi, urutan langkah, dan data yang berpindah. Biasanya tiga hal itu sudah cukup untuk memahami hubungan antara teori dan praktik.

Konteks dalam Perjalanan Belajar

Setiap konsep di platform ini dipilih karena dipakai di industri. Fokus pada pemahaman, bukan hafalan.

Kamu sudah di bagian lanjutan. Mulai pikirkan bagaimana konsep ini dipakai di dunia kerja — bukan hanya untuk belajar, tapi untuk membangun produk nyata.

Gunakan pertanyaan reflektif dan prompt AI di akhir chapter sebagai latihan aktif. Membaca saja tidak cukup — kamu perlu menjelaskan ulang dengan kata-katamu sendiri.

Contoh Kode

tsx
import { useState } from 'react';

function Counter() {
  const [count, setCount] = useState(0);

  return (
    <button onClick={() => setCount(count + 1)}>
      Klik: {count}
    </button>
  );
}

Penjelasan Kode

`useState` menyimpan nilai `count`. Saat tombol diklik, state berubah dan React merender ulang komponen.

Prompt AI

Jelaskan bedanya props dan state di React dengan analogi sehari-hari.

Pertanyaan Reflektif

Buat component TodoList sederhana. Gunakan props untuk judul dan state untuk daftar todo.