Lewati ke konten utama
menjadi.dev
Chapter 9.4 Frontend Spesialisasi

State Management Modern: Zustand & Jotai

Alternatif lightweight untuk Redux

Tujuan Pembelajaran

  • Memahami kapan butuh state management global
  • Bisa menjelaskan perbedaan Zustand dan Jotai

Analogi

Diagram

      Local state = Catatan di meja sendiri
Global state = Papan informasi bersama

Semua komponen bisa membaca papan yang sama.
    

State global dipakai saat banyak bagian UI membutuhkan data yang sama.

Penjelasan Konsep

Tidak semua state perlu library. Untuk state lokal, useState sering cukup. Tetapi saat banyak komponen perlu membaca atau mengubah data yang sama, state management global membantu.

Zustand

Zustand cocok untuk store sederhana berbasis hook dengan boilerplate rendah.

Jotai

Jotai cocok saat state ingin dipecah menjadi atom-atom kecil yang bisa dikombinasikan.

Inti yang Perlu Dipahami

Bagian ini berfokus pada memahami kapan butuh state management global., dan bisa menjelaskan perbedaan Zustand dan Jotai. Jangan terburu-buru menghafal istilahnya. Lebih penting untuk memahami peran setiap konsep dan kapan konsep itu muncul dalam pekerjaan web development.

Saat membaca State Management Modern, gunakan tujuan belajar sebagai penanda arah. Kalau kamu sudah bisa menjelaskan tujuan itu dengan kata-katamu sendiri, berarti fondasinya mulai terbentuk.

Cara Membayangkannya

State global dipakai saat banyak bagian UI membutuhkan data yang sama. Analogi ini dipakai supaya konsep teknis tidak terasa melayang. Hubungkan setiap istilah dengan perannya: siapa yang meminta, siapa yang memproses, data apa yang berpindah, dan hasil apa yang diharapkan.

Kalau analoginya sudah terasa masuk akal, barulah lihat istilah teknisnya. Cara ini membuat materi lebih mudah dipahami daripada langsung menghafal definisi.

Saat Melihat Contoh Kode

Contoh kode pada chapter ini memakai bahasa tsx. Bacalah contoh kode sebagai ilustrasi alur, bukan sebagai bagian yang harus langsung dihafal. Store Zustand berisi data dan aksi. Komponen mengambil bagian state yang dibutuhkan melalui selector.

Perhatikan nama fungsi, urutan langkah, dan data yang berpindah. Biasanya tiga hal itu sudah cukup untuk memahami hubungan antara teori dan praktik.

Konteks dalam Perjalanan Belajar

Setiap konsep di platform ini dipilih karena dipakai di industri. Fokus pada pemahaman, bukan hafalan.

Kamu sudah di bagian lanjutan. Mulai pikirkan bagaimana konsep ini dipakai di dunia kerja — bukan hanya untuk belajar, tapi untuk membangun produk nyata.

Gunakan pertanyaan reflektif dan prompt AI di akhir chapter sebagai latihan aktif. Membaca saja tidak cukup — kamu perlu menjelaskan ulang dengan kata-katamu sendiri.

Contoh Kode

tsx
import { create } from 'zustand';

const useStore = create((set) => ({
  count: 0,
  inc: () => set((state) => ({ count: state.count + 1 })),
}));

function Counter() {
  const count = useStore((state) => state.count);
  const inc = useStore((state) => state.inc);

  return <button onClick={inc}>{count}</button>;
}

Penjelasan Kode

Store Zustand berisi data dan aksi. Komponen mengambil bagian state yang dibutuhkan melalui selector.

Prompt AI

Kapan Context API cukup, dan kapan lebih baik memakai Zustand?

Pertanyaan Reflektif

Identifikasi satu state yang sering dipassing antar komponen. Apakah cocok dipindah ke store global?