GitOps dengan ArgoCD
Deploy ke K8s otomatis dari Git
Tujuan Pembelajaran
- Memahami GitOps
- Bisa setup ArgoCD
Analogi
GitOps = Deploy dari Git
Push ke Git, otomatis deploy
Traditional = Manual deploy
Klik-klik, rentan human error
GitOps membuat deployment terdokumentasi dan otomatis
Penjelasan Konsep
GitOps
GitOps adalah pendekatan deployment di mana Git menjadi source of truth untuk infrastruktur. Semua konfigurasi ada di Git.
Prinsip GitOps
- Declarative. Sistem dideskripsikan secara deklaratif di Git.
- Versioned. Setiap perubahan ada history dan bisa di-rollback.
- Pulled. Agent di cluster menarik konfigurasi dari Git.
- Continuously Reconciled. Agent selalu memastikan cluster state = Git state.
ArgoCD
ArgoCD adalah tool GitOps untuk Kubernetes.
Cara kerja ArgoCD
- Kamu push manifest K8s ke repository Git.
- ArgoCD memantau repository tersebut.
- Saat ada perubahan, ArgoCD otomatis apply ke cluster.
- Dashboard ArgoCD menunjukkan status sync dan health aplikasi.
Keuntungan GitOps
Audit trail. Rollback. Disaster recovery. Separation of concerns.
Inti yang Perlu Dipahami
Bagian ini berfokus pada memahami GitOps., dan bisa setup ArgoCD. Jangan terburu-buru menghafal istilahnya. Lebih penting untuk memahami peran setiap konsep dan kapan konsep itu muncul dalam pekerjaan web development.
Saat membaca GitOps dengan ArgoCD, gunakan tujuan belajar sebagai penanda arah. Kalau kamu sudah bisa menjelaskan tujuan itu dengan kata-katamu sendiri, berarti fondasinya mulai terbentuk.
Cara Membayangkannya
GitOps membuat deployment terdokumentasi dan otomatis. Analogi ini dipakai supaya konsep teknis tidak terasa melayang. Hubungkan setiap istilah dengan perannya: siapa yang meminta, siapa yang memproses, data apa yang berpindah, dan hasil apa yang diharapkan.
Kalau analoginya sudah terasa masuk akal, barulah lihat istilah teknisnya. Cara ini membuat materi lebih mudah dipahami daripada langsung menghafal definisi.
Saat Melihat Contoh Kode
Contoh kode pada chapter ini memakai bahasa yaml. Bacalah contoh kode sebagai ilustrasi alur, bukan sebagai bagian yang harus langsung dihafal. ArgoCD memantau Git repo. Auto-sync dan self-heal. Prune menghapus resource yang tidak ada di Git.
Perhatikan nama fungsi, urutan langkah, dan data yang berpindah. Biasanya tiga hal itu sudah cukup untuk memahami hubungan antara teori dan praktik.
Konteks dalam Perjalanan Belajar
Setiap konsep di platform ini dipilih karena dipakai di industri. Fokus pada pemahaman, bukan hafalan.
Kamu sudah di bagian lanjutan. Mulai pikirkan bagaimana konsep ini dipakai di dunia kerja — bukan hanya untuk belajar, tapi untuk membangun produk nyata.
Gunakan pertanyaan reflektif dan prompt AI di akhir chapter sebagai latihan aktif. Membaca saja tidak cukup — kamu perlu menjelaskan ulang dengan kata-katamu sendiri.
Contoh Kode
apiVersion: argoproj.io/v1alpha1
kind: Application
metadata:
name: web-app
namespace: argocd
spec:
project: default
source:
repoURL: https://github.com/company/k8s-configs
targetRevision: main
path: apps/web
destination:
server: https://kubernetes.default.svc
namespace: production
syncPolicy:
automated:
prune: true
selfHeal: truePenjelasan Kode
Prompt AI
Setup ArgoCD untuk auto-deploy dari repository Git.
Pertanyaan Reflektif
Bedanya GitOps dan traditional CI/CD?