Lewati ke konten utama
menjadi.dev
Chapter 19.3 Testing Menengah

Mocking: Isolasi dan Simulasi Dependency

Kuasai teknik mocking untuk test yang fokus dan reliable

Tujuan Pembelajaran

  • Bisa membuat mock functions dan modules
  • Mengerti spy, stub, dan fake
  • Menguasai vi.fn() dan vi.mock() di Vitest

Analogi

Diagram

      Mocking Types:
├── Mock Function: vi.fn() → simulasi fungsi
├── Spy: vi.spyOn() → pantau call tanpa ganti behavior
├── Stub: ganti implementasi
└── Fake: object pengganti sederhana
    

Mocking memungkinkan test unit yang terisolasi dari dependency external

Penjelasan Konsep

Salah satu prinsip unit testing adalah isolasi — test satu unit kode tanpa bergantung pada unit lain. Tapi di dunia nyata, fungsi bergantung pada fungsi lain, database, API, file system. Mocking adalah teknik mengganti dependency dengan versi palsu yang bisa dikontrol.

Mengapa Mocking?

  1. Isolasi: Test UserService tanpa database nyata
  2. Speed: Mock lebih cepat daripada call external
  3. Deterministic: Mock return nilai yang predictable
  4. Error simulation: Simulasi error yang sulah direproduksi (network failure, timeout)

Mock Function dengan vi.fn()

Buat fungsi palsu yang bisa track pemanggilan:

const mockFn = vi.fn();
mockFn('hello');
mockFn('world');

expect(mockFn).toHaveBeenCalledTimes(2);
expect(mockFn).toHaveBeenCalledWith('hello');
expect(mockFn).toHaveBeenNthCalledWith(2, 'world');

Mock dengan Return Value

const mockFn = vi.fn().mockReturnValue(42);
console.log(mockFn());  // 42

const mockFn = vi.fn()
  .mockReturnValueOnce('first')
  .mockReturnValueOnce('second')
  .mockReturnValue('default');

Spy dengan vi.spyOn()

Pantau method yang sudah ada tanpa mengganti behavior:

const spy = vi.spyOn(console,

'log');
console.log('hello');
expect(spy).toHaveBeenCalledWith('hello');
spy.mockRestore();  // Kembalikan ke asli

Mock Module dengan vi.mock()

Ganti seluruh module dengan mock:

vi.mock('./database', () => ({
  query: vi.fn().mockResolvedValue([{ id: 1, name: 'Budi' }]),
  connect: vi.fn(),
}));

Fake Object

Buat implementasi sederhana dari interface:

class FakeUserRepository implements UserRepository {
  private users: User[] = [];
  async save(user: User) { this.users.push(user); return user; }
  async findById(id: number) { return this.users.find(u => u.id === id) ?? null; }
}

Inti yang Perlu Dipahami

Bagian ini berfokus pada bisa membuat mock functions dan modules., mengerti spy, stub, dan fake., dan menguasai vi.fn() dan vi.mock() di Vitest. Jangan terburu-buru menghafal istilahnya. Lebih penting untuk memahami peran setiap konsep dan kapan konsep itu muncul dalam pekerjaan web development.

Saat membaca Mocking, gunakan tujuan belajar sebagai penanda arah. Kalau kamu sudah bisa menjelaskan tujuan itu dengan kata-katamu sendiri, berarti fondasinya mulai terbentuk.

Cara Membayangkannya

Mocking memungkinkan test unit yang terisolasi dari dependency external. Analogi ini dipakai supaya konsep teknis tidak terasa melayang. Hubungkan setiap istilah dengan perannya: siapa yang meminta, siapa yang memproses, data apa yang berpindah, dan hasil apa yang diharapkan.

Kalau analoginya sudah terasa masuk akal, barulah lihat istilah teknisnya. Cara ini membuat materi lebih mudah dipahami daripada langsung menghafal definisi.

Saat Melihat Contoh Kode

Contoh kode pada chapter ini memakai bahasa typescript. Bacalah contoh kode sebagai ilustrasi alur, bukan sebagai bagian yang harus langsung dihafal. Mock API charge memungkinkan test PaymentService tanpa payment gateway nyata. mockResolvedValue untuk simulasi sukses, mockRejectedValue untuk simulasi error. not.toHaveBeenCalled() memastikan charge tidak dipanggil untuk input invalid.

Perhatikan nama fungsi, urutan langkah, dan data yang berpindah. Biasanya tiga hal itu sudah cukup untuk memahami hubungan antara teori dan praktik.

Konteks dalam Perjalanan Belajar

Setiap konsep di platform ini dipilih karena dipakai di industri. Fokus pada pemahaman, bukan hafalan.

Kamu sudah di bagian lanjutan. Mulai pikirkan bagaimana konsep ini dipakai di dunia kerja — bukan hanya untuk belajar, tapi untuk membangun produk nyata.

Gunakan pertanyaan reflektif dan prompt AI di akhir chapter sebagai latihan aktif. Membaca saja tidak cukup — kamu perlu menjelaskan ulang dengan kata-katamu sendiri.

Contoh Kode

typescript
// Mocking API call dengan vi.fn()
import { describe, it, expect, vi } from 'vitest';

// Service yang akan kita test
class PaymentService {
  constructor(private api: { charge: (amount: number) => Promise<{ id: string }> }) {}
  
  async processPayment(amount: number, userId: string) {
    if (amount <= 0) throw new Error('Invalid amount');
    const result = await this.api.charge(amount);
    return { paymentId: result.id, amount, userId, status: 'success' as const };
  }
}

describe('PaymentService', () => {
  it('processes valid payment', async () => {
    const mockApi = { charge: vi.fn().mockResolvedValue({ id: 'pay_123' }) };
    const service = new PaymentService(mockApi);
    
    const result = await service.processPayment(100, 'user_1');
    
    expect(result.paymentId).toBe('pay_123');
    expect(result.amount).toBe(100);
    expect(mockApi.charge).toHaveBeenCalledWith(100);
    expect(mockApi.charge).toHaveBeenCalledTimes(1);
  });
  
  it('rejects invalid amount', async () => {
    const mockApi = { charge: vi.fn() };
    const service = new PaymentService(mockApi);
    
    await expect(service.processPayment(0, 'user_1'))
      .rejects.toThrow('Invalid amount');
    expect(mockApi.charge).not.toHaveBeenCalled();
  });
  
  it('handles API failure', async () => {
    const mockApi = {
      charge: vi.fn().mockRejectedValue(new Error('Network error')),
    };
    const service = new PaymentService(mockApi);
    
    await expect(service.processPayment(100, 'user_1'))
      .rejects.toThrow('Network error');
  });
});

Penjelasan Kode

Mock API charge memungkinkan test PaymentService tanpa payment gateway nyata. mockResolvedValue untuk simulasi sukses, mockRejectedValue untuk simulasi error. not.toHaveBeenCalled() memastikan charge tidak dipanggil untuk input invalid.

Prompt AI

Tulis test untuk email service dengan mock SMTP client. Test: email terkirim, retry saat failure, dan rate limiting.

Pertanyaan Reflektif

Bedanya stub vs spy vs mock: stub = ganti return value, spy = pantau tanpa ganti, mock = stub + spy. Kapan pakai masing-masing?