Lewati ke konten utama
menjadi.dev
Chapter 33.2 AI Product Lanjutan

PRD & Perencanaan Teknis

Tulis PRD lengkap dan rencana teknis untuk produk capstone yang siap dieksekusi

Tujuan Pembelajaran

  • Mampu menulis PRD dan rencana teknis untuk produk skala menengah
  • Mampu mendesain arsitektur teknis (monolith vs microservices, API design, data model)
  • Mampu membuat timeline dan milestone yang realistis

Analogi

Diagram

      PRD Capstone = Business Plan Restoran:
- Menu (fitur produk)
- Target pelanggan (user personas)
- Lokasi & desain interior (tech stack & architecture)
- Supplier bahan (API integrations)
- Budget & timeline
- Critical path: mana yang harus selesai dulu?

Tanpa business plan = buka restoran modal nekat
    

PRD capstone seperti business plan restoran — semua aspek harus direncanakan sebelum eksekusi. No plan = no funding, no customers, no success.

Penjelasan Konsep

Aplikasi penuh Modul 3 (PRD) ke produk capstone. Gunakan template PRD yang sudah dibuat, isi lengkap untuk produkmu.

Komponen yang harus ada: (1) Executive Summary & Problem Statement. (2) User Personas (minimal 2). (3) User Stories (minimal 10) dengan acceptance criteria Given-When-Then. (4) Feature List MoSCoW prioritized — ini KRITIKAL. (5) Technical Architecture — diagram sistem: frontend (Next.js + shadcn?), backend (Hono/Bun/FastAPI?), database (PostgreSQL?), AI integration (API mana? RAG?), deployment (Vercel/Railway?). (6) Data Model — entities, relasi, schema. (7) API Contracts — setiap endpoint. (8) Timeline 4 minggu: Week 1 scaffolding + core setup, Week 2 core features, Week 3 design + polish, Week 4 deployment + testing.

PRD ini harus di-review oleh AI (Chapter 30.6) sebelum development dimulai.

Inti yang Perlu Dipahami

Bagian ini berfokus pada mampu menulis PRD dan rencana teknis untuk produk skala menengah., mampu mendesain arsitektur teknis (monolith vs microservices, API design, data model)., dan mampu membuat timeline dan milestone yang realistis. Jangan terburu-buru menghafal istilahnya. Lebih penting untuk memahami peran setiap konsep dan kapan konsep itu muncul dalam pekerjaan web development.

Saat membaca PRD & Perencanaan Teknis, gunakan tujuan belajar sebagai penanda arah. Kalau kamu sudah bisa menjelaskan tujuan itu dengan kata-katamu sendiri, berarti fondasinya mulai terbentuk.

Cara Membayangkannya

PRD capstone seperti business plan restoran — semua aspek harus direncanakan sebelum eksekusi. No plan = no funding, no customers, no success. Analogi ini dipakai supaya konsep teknis tidak terasa melayang. Hubungkan setiap istilah dengan perannya: siapa yang meminta, siapa yang memproses, data apa yang berpindah, dan hasil apa yang diharapkan.

Kalau analoginya sudah terasa masuk akal, barulah lihat istilah teknisnya. Cara ini membuat materi lebih mudah dipahami daripada langsung menghafal definisi.

Konteks dalam Perjalanan Belajar

Setiap konsep di platform ini dipilih karena dipakai di industri. Fokus pada pemahaman, bukan hafalan.

Kamu sudah di bagian lanjutan. Mulai pikirkan bagaimana konsep ini dipakai di dunia kerja — bukan hanya untuk belajar, tapi untuk membangun produk nyata.

Gunakan pertanyaan reflektif dan prompt AI di akhir chapter sebagai latihan aktif. Membaca saja tidak cukup — kamu perlu menjelaskan ulang dengan kata-katamu sendiri.

Prompt AI

Review PRD capstone-mu sebagai senior engineer dan target user. Identifikasi gap, risiko, dan asumsi yang perlu divalidasi sebelum development.

Pertanyaan Reflektif

Apakah scope PRD-mu realistis untuk 4 minggu? Kalau kamu hanya bisa deliver 3 fitur, mana 3 itu? Pastikan 3 itu sudah deliver value ke user.