Setup Development & Arsitektur Konteks
Siapkan fondasi proyek dan konteks AI untuk development capstone
Tujuan Pembelajaran
- Mampu menyiapkan environment development untuk proyek skala menengah
- Mampu merancang arsitektur konteks (.cursorrules, system prompt, MCP, knowledge base)
- Mampu mengelola environment variables dan secrets dengan aman
Analogi
Setup = Persiapan Sebelum Perang:
- Siapkan markas (codebase scaffolding)
- Briefing pasukan (system prompt + rules)
- Siapkan logistik (env vars, API keys, database)
- Pasang jalur komunikasi (MCP, tools)
- Tentukan aturan tempur (coding conventions, git workflow)
Masuk perang tanpa persiapan = kalah sebelum mulai.
Setup seperti persiapan perang — semakin matang persiapan, semakin lancar eksekusi. Jangan mulai ngoding sebelum markas siap.
Penjelasan Konsep
Aplikasi Modul 4 (Context Engineering) ke proyek capstone. Setup environment development sebelum satu baris kode bisnis ditulis.
Checklist: (1) Scaffolding — gunakan AI untuk generate struktur proyek (monorepo pattern) dengan semua konfigurasi dasar. (2) .cursorrules atau CLAUDE.md — tulis project rules spesifik untuk capstone: tech stack, konvensi, common tasks. (3) System prompt — jika menggunakan AI coding tool yang support system prompt, tulis role definition untuk produk ini. (4) MCP setup — Supabase/PostgreSQL MCP untuk akses database, GitHub MCP untuk version control. (5) Knowledge base — buat project-knowledge.md berisi: PRD summary, technical decisions, common patterns, known challenges. (6) Environment — .env.example, secrets management, jangan commit API keys.
Test setup: tanya AI tentang arsitektur, konvensi, atau data model. AI harus bisa menjawab dengan akurat berdasarkan konteks yang kamu berikan.
Inti yang Perlu Dipahami
Bagian ini berfokus pada mampu menyiapkan environment development untuk proyek skala menengah., mampu merancang arsitektur konteks (.cursorrules, system prompt, MCP, knowledge base)., dan mampu mengelola environment variables dan secrets dengan aman. Jangan terburu-buru menghafal istilahnya. Lebih penting untuk memahami peran setiap konsep dan kapan konsep itu muncul dalam pekerjaan web development.
Saat membaca Setup Development & Arsitektur Konteks, gunakan tujuan belajar sebagai penanda arah. Kalau kamu sudah bisa menjelaskan tujuan itu dengan kata-katamu sendiri, berarti fondasinya mulai terbentuk.
Cara Membayangkannya
Setup seperti persiapan perang — semakin matang persiapan, semakin lancar eksekusi. Jangan mulai ngoding sebelum markas siap. Analogi ini dipakai supaya konsep teknis tidak terasa melayang. Hubungkan setiap istilah dengan perannya: siapa yang meminta, siapa yang memproses, data apa yang berpindah, dan hasil apa yang diharapkan.
Kalau analoginya sudah terasa masuk akal, barulah lihat istilah teknisnya. Cara ini membuat materi lebih mudah dipahami daripada langsung menghafal definisi.
Konteks dalam Perjalanan Belajar
Setiap konsep di platform ini dipilih karena dipakai di industri. Fokus pada pemahaman, bukan hafalan.
Kamu sudah di bagian lanjutan. Mulai pikirkan bagaimana konsep ini dipakai di dunia kerja — bukan hanya untuk belajar, tapi untuk membangun produk nyata.
Gunakan pertanyaan reflektif dan prompt AI di akhir chapter sebagai latihan aktif. Membaca saja tidak cukup — kamu perlu menjelaskan ulang dengan kata-katamu sendiri.
Prompt AI
Minta AI review setup-mu: 'Based on the project context provided, do you have enough information to start developing feature X? What additional context would help you produce better code?'
Pertanyaan Reflektif
Setelah setup selesai, tulis prompt untuk generate fitur pertama. Apakah AI langsung menghasilkan kode yang sesuai? Atau masih perlu koreksi karena kurang konteks?